Proses Pulling Cable 150 kV XLPE untuk Proyek Listrik Tegangan Tinggi

Proses Pulling Cable 150 kV XLPE untuk Proyek Listrik Tegangan Tinggi

Artikel ini membahas tahapan lengkap pulling cable 150 kV XLPE, mulai dari perencanaan engineering, metode penarikan kabel, standar keselamatan kerja (K3 & HSE), hingga testing sebelum sistem dioperasikan. Cocok bagi perusahaan yang membutuhkan kontraktor listrik industri profesional.

Dalam proyek kelistrikan industri dan energi, pulling cable 150 kV XLPE merupakan salah satu tahapan paling krusial. Kesalahan kecil dalam proses ini dapat menyebabkan kerusakan kabel, gangguan sistem, hingga risiko keselamatan kerja yang tinggi.

Oleh karena itu, pekerjaan pulling cable tegangan tinggi harus dilakukan oleh kontraktor listrik industri yang berpengalaman, dengan metode kerja yang terukur dan sesuai standar teknis. PT Mardika Sarana Engineering (MSE) memiliki pengalaman panjang dalam menangani proyek instalasi kabel tegangan menengah hingga tinggi di berbagai sektor industri di Indonesia.

Artikel ini akan membahas secara lengkap proses pulling cable 150 kV XLPE, mulai dari perencanaan hingga commissioning.


Apa Itu Kabel XLPE 150 kV?

Karakteristik Kabel XLPE 150 kV:
1. Survey Lokasi
2. Penentuan Metode Kerja
3. Penyusunan Dokumen Teknis

Kabel XLPE (Cross-Linked Polyethylene) adalah jenis kabel listrik yang digunakan untuk distribusi daya tegangan menengah hingga tinggi, termasuk sistem 150 kV.

  • Mampu menahan tegangan tinggi

  • Memiliki isolasi yang kuat dan tahan panas

  • Umur pakai panjang

  • Cocok untuk instalasi bawah tanah maupun industri

Karena nilai investasinya tinggi, kabel XLPE tidak boleh mengalami kerusakan mekanis selama proses instalasi.


Tahap 1: Perencanaan & Engineering Pulling Cable

Tahap awal adalah engineering dan perencanaan teknis. Pada fase ini, kontraktor listrik industri akan melakukan:

  • Pemeriksaan jalur penarikan kabel

  • Identifikasi tikungan, elevasi, dan hambatan

  • Penilaian risiko keselamatan kerja

  • Penentuan titik penarikan dan penempatan drum kabel

  • Perhitungan maximum pulling tension

  • Perhitungan minimum bending radius

  • Method statement

  • Job safety analysis (JSA)

  • Permit to work

  • Jadwal pelaksanaan

Tahap ini sangat penting untuk mencegah kerusakan kabel sebelum pekerjaan dimulai.


Tahap 2: Persiapan Peralatan & Material

Peralatan yang Digunakan:
Persiapan Material:

Sebelum proses pulling dimulai, seluruh peralatan harus disiapkan dan diuji.

  • Cable pulling machine

  • Roller kabel

  • Hydraulic jack & winch

  • Tension meter

  • Alat komunikasi lapangan

  • Pemeriksaan fisik kabel XLPE

  • Pemeriksaan drum kabel

  • Penempatan roller sesuai jalur

Semua peralatan harus memenuhi standar keselamatan dan diuji sebelum digunakan.


Tahap 3: Proses Pulling Cable 150 kV XLPE

1. Penarikan Kabel (Cable Pulling)
2. Pengawasan Lapangan

Proses pulling dilakukan secara bertahap dan terkontrol, dengan memperhatikan:

  • Kecepatan penarikan

  • Beban tarik maksimum

  • Radius tikungan

Operator dan engineer akan memantau tension kabel secara real-time untuk memastikan tidak melebihi batas aman.

Selama proses berlangsung:

  • Engineer senior melakukan pengawasan langsung

  • Tim HSE memastikan penerapan K3

  • Koordinasi antar tim dilakukan secara intensif


Tahap 4: Instalasi, Jointing & Termination

Setelah kabel berhasil ditarik:

Pekerjaan yang Dilakukan:

  • Penataan kabel pada tray atau duct

  • Pembuatan joint kabel (jika diperlukan)

  • Termination kabel 150 kV

  • Pemasangan sistem grounding

Proses jointing dan termination dilakukan oleh teknisi bersertifikasi, karena kesalahan pada tahap ini dapat menyebabkan kegagalan sistem.

Tahap 5: Testing & Quality Control

Jenis Pengujian:

Sebelum sistem dioperasikan, dilakukan serangkaian pengujian:

  • Insulation Resistance Test

  • High Voltage Test

  • Continuity Test

  • Phasing Test

  • Visual inspection

Hasil pengujian didokumentasikan dalam laporan QA/QC dan menjadi bagian dari dokumen serah terima proyek.

Standar Keselamatan (K3 & HSE)

Pekerjaan pulling cable 150 kV memiliki risiko tinggi, sehingga penerapan K3 dan HSE menjadi prioritas utama.

Penerapan Keselamatan:

  • Toolbox meeting harian

  • APD lengkap (helm, sarung tangan, sepatu safety)

  • Area kerja steril

  • Prosedur darurat

PT Mardika Sarana Engineering berkomitmen pada zero accident policy di setiap proyek.


Tantangan Umum dalam Pulling Cable 150 kV

Beberapa tantangan yang sering ditemui:

  • Bobot kabel yang sangat besar

  • Ruang kerja terbatas

  • Kondisi lapangan aktif

  • Risiko kerusakan isolasi kabel

Semua tantangan tersebut harus diatasi dengan pengalaman, peralatan tepat, dan manajemen proyek yang baik.


Mengapa Memilih Kontraktor Listrik Industri Berpengalaman?

Pulling cable tegangan tinggi bukan pekerjaan sembarangan. Kontraktor yang berpengalaman akan:

  • Memahami standar teknis

  • Mengelola risiko dengan baik

  • Menjamin kualitas hasil kerja

  • Meminimalkan downtime

PT Mardika Sarana Engineering telah menangani berbagai proyek kelistrikan industri dan energi di Indonesia dengan hasil yang terbukti.


Kesimpulan

Proses pulling cable 150 kV XLPE merupakan bagian vital dari proyek listrik tegangan tinggi. Dengan perencanaan matang, metode kerja yang tepat, serta penerapan keselamatan yang ketat, pekerjaan ini dapat dilakukan dengan aman dan efisien.

Memilih kontraktor listrik industri yang berpengalaman seperti PT Mardika Sarana Engineering adalah langkah strategis untuk memastikan keberhasilan proyek Anda.


Changing Lives For The Better

We provide the most responsive and space design Building for construction and businesses world wide.

Contact Us